Rekomendasi 4 Hostel Murah di Singapura

Rasanya nggak ada yang menyangkal kalau Singapura itu memang kota (dan negara) yang mahal. Jatah satu kali makan di warung makan sederhana di Singapura setara dengan 3 kali makan di Warung Tegal Abadi di pengkolan. Pun dengan penginapan atau fasilitas akomodasi. Harga bermalam di kamar tipe dormitory setara dengan harga hotel bintang 1 atau bahkan 2 (yang bisa dibagi dua bila kamarnya berkapasitas 2 orang)

Tapi, bukan berarti nggak bisa disiasati. Dengan kekuatan bulan dan mesin pencari, inilah 4 hostel di Singapura berbiaya rendah yang pernah gue inapi. Dilihat-lihat dulu aja nggak apa-apa, sis. Barangkali ada yang cocok.

 

Tresor Tavern Hostel, Little India

Meski nggak terlalu memuaskan, namun hotel satu ini nggak akan pernah gue lupakan. Di sinilah, di dalam barak asramanya yang remang-remang dan diselimuti kelambu, gue pertama kalinya tidur di sebuah tempat di luar Indonesia. Ya, Tresor Tavern ini gue inapi pada Oktober 2013, saat gue ke Singapura dan ke luar negeri untuk pertama kalinya. Saat itu, pemesanan gue lakukan melalui situs pemesanan RajaKamar.com

Ranjang dorm dengan tirai penutup dan tampak pintu. Kebayang gimana sempitnya?
[source: tripadvisor.com]

Living room and dining room [source: travelpod]

Location — 243 Jalan Besar, Little India

Access — MRT Farrer Park Station, walk 10 minutes

Breakfast — Yes, coffee / tea and bread

Rate — Around IDR 200,000 per night per person

Review

Lokasi strategis, pemilik hostel yang ramah, dan tersedianya elevator menjadi poin plus penginapan ini. Kamarnya nyaman, setiap ranjang memiliki tirai penutup, tapi sempiiittt dan kurang sirkulasi udara atau cahaya alami. Staf hostelnya memiliki derajat keramahan standar Singapura — you know what I mean — dan artikulasi berbahasa Inggris yang kurang baik. Tangga darurat absen dari bangunan ini, nggak tahu gimana prosedur evakuasi saat terjadi musibah. Breakfast is okay lah.

Petunjuk — Keluar dari Stasiun Farrer Park menuju Kitchener Road. Susuri terus jalan itu sampai bertemu persimpangan Jalan Besar. Ambil arah kiri, hostel ada di sisi kiri.

Tulisan khusunya bisa dibaca di: Kebingungan Dari Changi Menuju Jalan Besar

 

98SG, Geylang

Dari Little India, kita sedikit bergeser ke wilayah Geylang. Keduanya memang menjadi dua wilayah di mana hostel-hostel murah berderet di sepanjang jalan. Gue menginap di hostel ini pada Juni 2014, yang gue temukan melalui situs pemesanan hostelbookers.com atau hostelworld gitu, tapi belakangan ini selalu nggak ada di kedua situs itu.

Hostel ini agak susah ditemukan karena nyempil di antara dua ruko yang lebih lebar, mana ada di lantai 2 pula. Saat pertama membuka pintu dan menapaki anak-anak tangganya yang suram, tempat ini terkesan creepy. Gue sempat pesimis akan bisa tidur nyenyak saat itu. Ternyata, setelah mencapai ujung tangga, gue disambut oleh sebuah ruang bersama yang bersih, nyaman, luas, dengan sirkulasi udara atau cahaya yang cukup baik. Kamar dormitory yang gue pesan di-upgrade menjadi kamar 4-bed mixed dormitory tanpa biaya tambahan. Woo-hoo!

Wastafel dan kamar mandi

Ruang tengah untuk makan

Ruang tengah untuk nonton TV

Our 4-bed mixed dorm

Location — 96 Lorong 27, Geylang

Access — MRT Aljunied Station, walk 5 minutes

Breakfast — No, snack only

Rate — Around IDR 150,000 per night per person

Review

Lokasinya sangat strategis, hanya 5 menit jalan kaki dari Stasiun Aljunied yang ada di East West Line (Green Line), praktis dituju dari Changi Airport karena nggak perlu berganti jalur. Ada ruang bersama yang nyaman, bersih, luas, sirkulasi baik, dilengkapi dengan komputer gratis. Kamarnya juga nyaman, bersih, dan luas, ada loker buat penyimpanan. Staf hostelnya ramah dan helpful banget, seorang pemuda chinese yang bisa berbahasa Melayu.

Kekurangannya paling cuma ukuran kamar mandi yang minimalis dan ketiadaan sarapan. Adanya cuma snek dan air minum gratis. Kayaknya sebagian hostel memang hanya mencukupkan diri dengan kamar mandi berukuran mungil ya.

Petunjuk — Keluar dari Stasiun Aljunied, belok kiri sampai ujung jalan, lalu berbelok ke kanan. Hostel ada di sebelah kiri, perhatikan dengan teliti!

Tulisan khusunya bisa dibaca di: Review Hostel 98SG Singapura

 

Joyfor Backpacker Hostel

Akhirnya, setelah lama meninggalkan Singapura dan hanya mampir di Oktober 2015 untuk transit, gue kembali menjejak negeri mungil ini pada Agustus 2016. Ini adalah hostel pertama yang gue inapi di Singapura untuk keperluan Open Trip. Saat itu gue membawa rombongan ibu-ibu muda dari Jogja yang janjian di Arrival Hall, Changi International Airport.

Front view

Dorm bed

Living room and free PC’s

Urinor and bathrooms

Laundry service [source 5 pictures above: Booking.com]

Location — 135 Geylang Road

Access — MRT Kallang Station, walk 7 minutes

Breakfast — Yes, coffee / tea and bread

Rate — Around IDR 200,000 per night per person

Review

Hostel ini berada di tengah-tengah ruko-ruko penuh warna yang mengisi Jalan Geylang. Mau cari makan tinggal ngesot manja udah sampai, tapi nggak halal, hehehe. Hostelnya bersih, nyaman, cukup lega, dengan pintu masuk yang hanya bisa diakses dengan kode. Ada ruang bersama dan PC gratis untuk memfasilitasi tamu. Stafnya cukup ramah, tapi bisa jadi agak judes saat sedang dalam usahanya menegakkan kebajikan dan peraturan. Hampir nggak ada poin minus untuk hostel ini, baguuusss!

Petunjuk — Keluar dari Stasiun Kallang, seberangi jalan, lalu berjalan lurus melalui semacam terminal bus kecil sampai tiba di persimpangan. Belok kiri, hostel ada di sebelah kiri. Ada beberapa hostel ternama yang juga terletak di deretan ini dengan nama yang mirip-mirip. Jadi jangan sampai tertukar!

Baca Juga: 11 Tips Memangkas Pengeluaran di Singapura

 

Moni Gallery Hostel

Sama seperti Joyfor Backpacker Hostel, hostel ini juga gue inapi dalam rangka Open Trip di Singapura. Kali ini pun gue boleh berbangga, karena nggak salah pilih hostel. Gue memesan Family Room berkapasitas 6 orang seharga satu jutaan rupiah untuk kami berlima — 3 perempuan dan 2 pria, Power Rangers. Lokasinya juga hanya 5 menit dari stasiun MRT dan mudah ditemukan. Saat itu gue memesan melalui Traveloka.

Shower / bathroom, Moni Gallery Hostel

Living room, Moni Gallery Hostel

Open kitchen and dining room, Moni Gallery Hostel

Family Room Moni Gallery Hostel Singapore

Free water and washing room, Moni Gallery Hostel – Singapore

Location — 263 Lavender Street

Access — MRT Boon Keng Station, walk 7 minutes

Breakfast — Yes, coffee / tea and bread

Rate — Around IDR 150,000 per night per person

Review

Gue cukup bangga, ketelitian dalam memilih akomodasi membuat gue nggak pernah salah pilih di Singapura. Dari 3 hostel sebelumnya, ketiganya berada dekat dengan stasiun MRT dan memiliki kualitas dengan 7 sebagai nilai terendah. Pun dengan Moni Gallery Hostel ini. Lokasinya dekat dengan Stasiun Boon Keng di North East Line (Purple Line). Meskipun, kalau dari Changi Airport, aksesnya cukup melelahkan karena harus 3 kali berganti kereta di Tanah Merah, Bugis (Green Line dengan Blue Line), dan Little India (Blue Line dengan Purple Line).

Sama seperti Joyfor juga, pintu masuk hostel ini dilindungi dengan kode numerik. Pemilik hostel dan stafnya ramah, ada deposit 10 SGD per kamar. Ada ibu-ibu paruh baya berparas Melayu atau Cina peranakan yang hangat, membantu kami menemukan 711 terdekat. Hostel dilengkapi ruang bersama (masing-masing di lantai 1 dan 2), komputer gratis, dapur, ruang makan terbuka, dan galeri seni kecil-kecilan. Wihhh, lumayan banget buat ukuran hostel ya. Ada air minum gratis di lantai 2 yang boleh diambil sesuka hati.

Family Room yang gue pilih juga memuaskan. Luas, bersih, rapi, nyaman, kasurnya cukup tebal. Karena menggunakan sisa ruang yang ada di loteng, jadi langit-langitnya mungkin terlalu rendah untuk ras Kaukasus. Tapi karena kami berlima semuanya orang Asia tulen, jadi nggak masalah, hehe. Sayangnya, pintu kamar kami nggak bisa dikunci atau ditutup karena pegangan dan kenop pintunya entah ke mana. Jadi kami meninggalkan kamar dengan membawa seluruh barang berharga dan berharap agar tas di dalam kamar akan aman-aman aja.

Kamar mandinya luas, bahkan lebih besar daripada kamar mandi kost gue, hehehe. Ada air panas yang berfungsi baik dan semburan airnya cukup kuat. Gue lupa sih apakah di 3 hostel sebelumnya ada air panas atau nggak, tapi kayaknya ada.

Tulisan khusunya bisa dibaca di: Penyertaan-Nya di Perjalananku

 

Tips Memilih Penginapan Melalui Online

Empat hostel yang gue sebut di atas tentu hanya 4 rekomendasi yang pernah gue inapi sendiri, masih banyak hostel lain di Singapura yang juga nyaman, bersih, rapi, dengan lokasi strategis. Kalau kamu terlalu malas membaca seluruh review dari penghuni-penghuni sebelumnya, ada 3 hal yang bisa kamu perhatikan dengan cepat.

  1. Perhatikan skor penginapan itu, kalau di bawah 6, nggak usah repot-repot kamu klik.
  2. Klik petanya, lalu perhatikan apakah lokasi hostel dekat dengan stasiun MRT. Zoom peta beberapa kali sampai terlihat tempat-tempat lain di sekitar hostel. Setiap online travel agent — booking.com, Agoda, Traveloka, dsb — biasanya menyertakan alamat dan peta yang bisa diklik.
  3. Klik foto-fotonya, lihat apakah kamar dan hostelnya rapi, bersih, luas, dan memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang baik. Melalui foto juga, kamu akan tahu mana hostel yang relatif tenang, mana hostel yang menjadi sarang party-goers.
  4. Baca deskripsi hostel dan scroll sampai ke bagian bawah halaman, lalu lihat fasilitas apa aja yang diberikan. Sarapan nggak harus selalu ada, karena ada beberapa traveler yang suka bangun terlalu siang atau lebih suka berburu menu sarapan di luar. Tapi minimal ada air minum gratis.

 

Hm, mungkin ada beberapa pembaca yang bertanya-tanya dengan Open Trip di atas. Benar, gue membuka jasa Open Trip ke Singapura dan Kuala Lumpur untuk hari Sabtu dan Minggu. Kenapa cuma Sabtu Minggu? Karena gue masih fakir cuti, harus menggunakan jatah cuti dengan efektif dan efisien untuk trip gue sendiri, muahahaha. Harga dan paket Open Trip bisa dilihat di laman Open Trip Organizer.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat buat kamu yang mau jalan-jalan ke Singapura, mengunjungi berbagai obyek wisata / tempat wisata di sana, namun bingung memilih mana hostel / hotel / penginapan murah di sana. Kalau kamu punya rekomendasi hostel lainnya, silakan bagikan di kolom komentar biar bisa dibaca sama fans dan pembaca lainnya. Keep learning by traveling!

Iklan

14 thoughts on “Rekomendasi 4 Hostel Murah di Singapura

  1. Saya ke Singapura klo ga dlm rangka tugas, aka klo traveling nginep di kawasan Lavender, kiwi backpacker hostel.

    But thanks ulasannya, penginapan terakhir kayanya kece. Cuma klo kawasan Geylang agak gimana gitu ya? Hahaha red light district secara.

  2. Wah.. trmksh sdh berbagi bg.. sangat bermanfaat sebagai bekal nnti untuk perjlan ke sna.. 🙂
    Tips memilih penginapan melalui on line nya.. ada 3 ato 4 hal ya yg bisa diperhatikan dengan cepat, krn sy melihat ada 4 itu yg ditulis.. 🙂 Sekali lg trmksh sdh brbgi.. God Bless..

  3. Halo, mau tanya. Kalau pesan hostel/guesthouse di traveloka misalnya untuk 2 orang, biasanya kamar yg ditampilkan itu double bed in mixed dorm atau 2 single bed in mixed dorm. Ini berarti kamarnya campur ya cewek dan cowok? Thx

    • Bisa dua-duanya. Kalau mau pesan dorm, saya rekomendasikan pake Booking.com atau Agoda.com aja, lebih jelas keterangan kamarnya. Jadi setelah dapet seluruh hotelnya, kamu klik hotel yang diinginkan, terus Pilih Kamar. Nah, pilihlah kamar sesuai keinginan 🙂

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s