Sebagai sebuah kota pelajar, juga kota wisata, kota seni, kota budaya, atau kota gudeg, Jogjakarta senantiasa melakukan perubahan demi perubahan di setiap musimnya. Kamu yang sudah lama tidak berkunjung ke kota ini, akan menemukan beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Pun saat gue pulang kampung bulan lalu dalam rangka merayakan hari raya Paskah, gue mendapati beberapa […]
Tiba-tiba saja keinginan untuk traveling ke Vietnam itu membuncah di dalam kepala. Mungkin karena habis baca tulisannya mbak Yusmei tentang Da Nang kali ya. Akhirnya, pada hari Minggu kuturut ayah ke kota naik delman istimewa beberapa waktu lalu, gue dengan spontan memantapkan diri untuk membeli sebuah buku panduan jalan-jalan ke Vietnam di Gramedia berjudul Backpacking […]
Pagi di Puncak Prau terasa sangat dingin. Sementara yang lain sudah terbangun dari sejak subuh demi menunggu momen matahari terbit, gue dan bang Ridho lebih memilih untuk bertahan dalam balutan sleeping bag kami di dalam tenda. Bahkan meski sudah mengenakan jaket dan sleeping bag pun, gue tetap masih merasa kednginan. Parah! Gue hanya bisa mendengar […]
Basecamp pendakian sangat ramai di siang hari yang cerah itu. Kami berkumpul di sisi basecamp, sementara beberapa anggota kami melakukan repacking — termasuk gue. Gue harus menahan sabar banget banget karena terganggu dengan para pendaki yang terus hilir mudik. Sori ya. Matras yang tadinya gue gulung rapat di dalam keril (karena nggak bisa diikat di […]
Belum genap setengah hari di kantor, sekitar pukul 1 gue udah memutuskan buat cabut dan pulang ke kost. Gue udah nggak sabar buat segera packing dan berangkat menuju ke Wonosobo malam hari itu. Akhirnya, setelah kurang lebih tidur siang selama dua jam, gue mulai memasukkan perbekalan ke dalam keril 60 L yang gue sewa semalam […]
Cafe d’Best itu berdiri tak jauh dari hotel tempat gue menginap di Purwokerto, tepat di persimpangan antara Jl. Gatot Subroto – Jl. Gereja. Bangunannya yang bergaya ala go green dan papan nama berukuran besar membuatnya cafe mudah ditemukan. Setelah beberapa kali berjalan melaluinya dan hanya mengabaikannya, siang ini gue memutuskan untuk menyambangi cafe yang memberikan […]
Petualangan gue di Kota Satria ini belum berakhir. Matahari yang bersinar cerah berhasil membangunkan gue pagi itu. Gue membuka pintu kamar, dan menemukan dua porsi sarapan sudah tertata rapi di atas sebuah baki. Sarapan pagi itu — mungkin juga pagi-pagi biasanya — adalah sepiring nasi goreng telor ceplok dan segelas teh tawar panas yang dituang […]
Iye, gue tahu kalau udah banyak travelblogger lain yang bikin review ini. Gue juga tahu kalau review ini mungkin udah basi, sama basinya dengan ungkapan cinta yang tak kunjung diucapkan *nyepet diri sendiri* *pffft* Tapi biarlah, karena setiap orang itu berbeda-beda, memiliki sudut pandang dan persepsi yang berbeda-beda. Karena itulah, sebagai bangsa Indonesia yang berbeda […]
Usai mandi dan tidur-tidur ayam, gue dengan bersemangat melanjutkan petualangan gue di kota yang berjuluk Kota Satria ini. Mengenakan kaos oblong dan celana selutut yang bikin penampilan makin kayak bocah SMA, gue melenggang santai melalui Jl. Gatot Subroto yang mulus, diapit oleh trotoar yang rapi di kedua sisinya. Tak terlalu banyak kendaraan yang melintas, membuat […]
Bandara ini mungkin tidak semegah bandara Changi di Singapura, juga tak sebesar bandara Haneda di negeri Sakura. Tapi di sinilah, di bandara yang sederhana ini — Bandara International Soekarno-Hatta — yang telah menjadi titik awal perjalananku, perjalananmu, perjalanan kita. Pagi itu, aku hendak bertolak ke negeri Singa, negeri pertama yang akan aku kunjungi, penerbangan pertama […]
Mungkin bagi kebanyakan traveler atau backpacker, pemandangan gedung-gedung pencakar langit bukanlah sebuah pemandangan yang diidam-idamkan. Kalah jika dibandingkan dengan momen terbit atau terbenamnya matahari, atau birunya laut yang terbentang luas, atau hamparan pasir putih yang seolah tak berujung. Buat gue sih enggak. Lautan gedung pencakar langit yang tampak bagai paku-paku raksasa yang muncul menyeruak dari […]
Akhirnya, setelah sekian lama sibuk dengan pekerjaan hingga mengorbankan blog yang mulai membusuk ini, gue punya waktu dan koneksi internet lagi buat ngeblog. Sebelum melanjutkan series CireBon Voyage, gue selipin series Petualangan di Purwokerto dulu ya. Fresh from the oven! 😀 Selama lebih dari satu minggu, gue berada di Banyumas buat urusan pekerjaan. Nah, karena […]
Siapa sangka, Jakarta juga punya view tepi laut seperti di Merlion Bay, Singapura? Lengkap dengan panorama gedung-gedung pencakar langit di seberang perairan, dan sebuah promenade yang lapang. Lokasinya ada di Bay Walk, Pluit, Jakarta Utara. Gue pertama kali ke sana pada weekend 3 pekan lalu, dengan didorong oleh niat untuk bertemu sang gebetan rasa penasaran: […]
The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog. Here’s an excerpt: The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 24,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 9 sold-out performances for that many […]
Halo, para TraveLearn. Duh, maap maap kate ye udah lama banget nggak update blog. Maklum, hidup baru gue sebagai Management Trainee di sebuah perusahaan retail cukup menyita waktu dan tenaga gue. Belum laptop gue yang makin rewel, suka tiba-tiba nggak mau konek ke listrik (sementara baterenya udah soak, mati aja dah). … Errr, kok malah […]
Sabtu, 16 November 2013. Kala itu hari sudah senja, gue dan seorang temen gue sedang terkapar malas di dalam kamar kontrakan, bergumul di atas kasur sementara awan mendung menggumpal tebal di atas sana. Menanggapi rasa lapar yang tiba-tiba menginvasi perut, gue mengajak temen gue itu, Theo, untuk mencari makan. Padahal biasanya gue on time banget […]
Setiap kota memiliki keunikannya sendiri, tak terkecuali kota-kota di Indonesia. Itu sebabnya gue selalu bersemangat untuk melakukan city tour. Bukan berkunjung ke tempat-tempat wisatanya, tapi sekedar jalan kaki mengelilingi kota. Menyambangi sentra konsentrasi massa, pusat kuliner dan tongkrongan anak muda, hingga bertransaksi bersama warga lokal di pasar tradisional. Mengamati bagaimana kondisi jalanan di kota itu, […]
Guys, girls, gays (lhah), akhirnya setelah beberapa hari kemarin terjebak dalam riweuhnya persiapan dan pelaksanaan wisuda #cieeehhh, gue bisa ngeblog lagi sekarang 😀 Ceritanya sih, gue lagi cariin hotel buat ibu sama kakak ipar gue yang mau dateng wisudaan putra bungsunya ini. Alternatif pertama sebenernya adalah hotel-hotel di kawasan Dago atau Cihampelas, kayak Scarlet atau […]
Dear, traveLearns. It’s over my expectation that Singapore — despite that it’s a very modern and busy city — is also a beautiful, green, and calm city. Beside the photos I’ve already posted in the travel stories (see “Gempor di Singapore #1 – #13, written in Indonesian), I still have some beautiful photos of the […]
Yak! Selesai sudah travel series gue yang berjudul “Gempor di Singapore” ini, sukses menarik minat pembaca majalah Bobo hingga 13 episode, dengan tambahan 1 episode special untuk Johor Bahru. Gimana, enjoy nggak? 😀 Nah, di akhir seri inilah, saatnya gue share tips dan budget jalan-jalan ke Singapore kemarin, terutama buat kalian yang masih baru banget […]
Akhirnya, travel series ini akan menemui ajalnya di edisi ke-13 ini. Sebatang es krim itu aku habiskan dengan agak buru-buru, sebelum akhirnya bergegas masuk ke dalam stasiun dan menempuh perjalanan menuju Changi. Nggak kerasa udah 3 hari di Singapore, waktu seakan berjalan cepat, secepat laju kereta MRT yang dikejar-kejar pasukan pamong praja. Sepanjang perjalanan, aku […]
Agak terlambat kami sampai di stasiun Chinatown, gara-gara petugas imigrasi yang ribet dan membuat kami harus menunggu bus Causeway Link selanjutnya dengan waktu yang agak lama. Kami keluar dari stasiun MRT, bergabung dengan keramaian orang-orang etnis Tionghoa dalam sebuah pusat perbelanjaan merakyat, semacam ITC versi bersih dan tanpa bau-bau aneh yang sulit diungkapkan. Kios-kios makanan […]
Bus berhenti di Johor Bahru Checkpoint. Gue dan Al turun dan bergerak mengikuti orang-orang menuju bagian imigrasi. Nggak ribet sih, tinggal cap cap jegrek dan habis perkara. Di bangunan yang sama, kami menukarkan uang Singapore Dollar (SGD) kami ke dalam bentuk Malaysian Ringgit (RM), 1 SGD kira-kira setara dengan 2.5 RM. Kami lalu berjalan melalui […]
Sebenernya gue masih pengen eksplor Singapore lagi sih, karena belum sempet ke Bugis dan SBG, juga belum puas ngulik Chinatown. Tapi gue lebih memilih buat stick to the plan. Lagipula, mumpung udah di Singapura, sekalian menyeberang ke negeri seberang asyik juga kali ya. Bisa langsung dapet dua cap di paspor. Apalagi, sepengamatan gue, belum banyak […]
Aku menghentikan langkahku Sesaat tubuh terpaku kala mata ini tertuju pada seorang ibu penjual tisu Dia berparas melayu mengulurkan sebungkus tisu dengan muka sayu pada setiap orang yang lalu Sejenak hatiku kelu Sungguh di luar dugaanku menemukan sebuah potret pilu di tengah sebuah negeri yang maju Jujur, aku ragu apakah masih ada […]













